“Balun” tradisi membungkus mayat yang unik di Mamasa

Balun” tradisi membungkus mayat yang unik di Mamasa. Setiap suku bangsa di dunia ini memiliki cara memperlakukan mayat sebelum dikuburkan. Di daerah Mamasa Sulawesi Barat ada cara yang unik membungkus mayat yang disebut balun. Balun adalah bungkusan mayat yang berbentuk bantal guling raksasa. Proses membungkus mayat disebut mebalun. Balun hanya dilakukan pada mayat dengan upacara kematian tingkat atas yakni tingkatan allun dan ruran.

Balun” tradisi membungkus mayat yang unik di Mamasa. Untuk diketahui bahwa di Mamasa ada beberapa tingkatan upacara kematian sesuai strata social dan tingkat ekonominya. Yang kita bahas saat ini adalah balun untuk tingkatan tertinggi yakni allun dan ruran. Menjelang hari pemakaman, mayat dibungkus dengan pakaian dan kain berlapis-lapis dengan bentuk silinder. Orang yang melakukan pekerjaan ini disebut tomebalun. Balun dapat menggunakan pakaian dan kain dalam jumlah yang sangat banyak.

Meskipun bentuknya seperti silinder namun tetap harus diperhatikan bagian depan mayat agar tetap pada posisi telentang. Dengan ketrampilan sang tomebalun, bentuk balun sangat simetris dan permukaannya rata. Bagian paling luar balun dilapisi dengan kain merah sehingga berbentuk silinder berwarna merah.

Struktur balun sangat kuat karena pada lapisan tertentu dilakukan ikatan dengan simpul-simpul yang unik. Kain yang digunakan bisa mencapai ratusan meter yakni kain berwarna putih. Setelah balun benar-benar telah berbentuk silinder simetris barulah dilapisi dengan kain berwarna merah. Setelah proses mebalun selesai, balun kemudian diletakkan diatas keranda yang cantik dengan ornament ukiran dan perhiasan mahal.

“Balun” tradisi membungkus mayat yang unik di Mamasa. Proses mebalun selesai, dilanjutkan dengan memasang hiasan berupa lempeng-lempeng emas (bulawan) pada balun. Lempeng emas dibuat lembaran yang sangat tipis kemudian digunting dalam bentuk ukiran khas dan direkatkan pada balun.  Bahan perekatnya (lem) menggunakan kulit kerbau yang dimasak sampai lunak berbentuk lendir.

Balun adalah sebuah symbol bagaimana orang Mamasa begitu memperhatikan acara kematian sekaligus symbol status social seseorang. Upacara kematian bagi orang Mamasa memang lebih diutamakan disbanding upacara pernikahan. Dengan mengorbankan puluhan bahkan ratusan kerbau dan babi serta bahan konsumsi lainnya selama prosesi upacara kematian.

“Balun” tradisi membungkus mayat yang unik di Mamasa. Karena kuatnya struktur balun sehingga dapat bertahan dalam kuburan selama bertahun-tahun. Sepintas kedengarannya mudah karena hanya melilitkan kain secara berlapis-lapis pada mayat. Namun ternyata pembuatan balun tidak sesederhana itu dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu. Jika ingin menyaksikan balun secara langsung, datanglah ke Mamasa Sulawesi Barat disaat ada upacara kematian. Selamat berwisata ke Mamasa negeri yang sejuk dan damai.

BACA ARTIKEL TERKAIT: UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *