Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Secara Dropship

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Secara Dropship. Berbisnis dengan cara dropship banyak menjadi pilihan saat ini. Apalagi berkembangnya sarana komunikasi seperti jaringan internet dan gadget yang merupakan sarana utama pelaku dropship (dropshiper). Bisnis online dengan cara dropship dianggap pilihan tepat saat ini karena lebih praktis dibandingkan penjualan langsung. Akibat maraknya bisnis online secara dropship maka banyak tempat perbelanjaan yang sepi pengunjung.

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Secara Dropship.  Pada dasarnya setiap model bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung mana yang kita anggap paling sesuai dengan kondisi kita dan mana yang paling menarik bagi kita. Demikian pula dengan bisnis cara dropship tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Termasuk dalam memilih jenis produk yang akan dijual, juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Satu hal yang penting menjadi modal kita dalam menentukan jenis produk adalah apa yang menjadi passion kita.

Mengapa harus memilih produk yang menjadi passion (kegemaran) sebab jika produk itu menjadi kegemaran kita pasti ada motivasi tersendiri untuk tetap melakukan bisnis itu meskipun seandainya kita belum mendapatkan income. Sebelum membahas tentang kelebihan dan kekurangan dropship, terlebih dahulu kita menyamakan persepsi tentang pengertian dropship. Model berbisnis dengan cara dropship artinya kita menjual produk orang lain (supplier) dan ketika ada pembeli, supplier mengirim barang itu ke alamat pembeli atas nama kita dan kita mendapat komisi dari supplier.

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Secara Dropship.  Seorang dropshiper bisa memperoleh keuntungan ganda yakni komisi dari supplier dan selisih dari harga jual yang kita tetapkan sendiri . Pembeli tidak mengenal supplier dan hanya mengenal dropshiper. Jadi dropshiper sebagai perantara identic dengan makelar. Sebagaimana telah dibahas diatas bahwa dropship memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disimak pada uraian berikut:

  1. Tidak membutuhkan modal besar bahkan bias tanpa modal. Banyak supplier yang menawarkan peluang bagi dropshiper secara gratis.
  2. Tidak perlu stok barang yang sering menjadi pekerjaan beresiko bagi pedagang konvensional misalnya kerusakan barang, kehilangan, butuh tempat dan butuh tenaga.
  3. Lebih praktis dilakukan karena pekerjaan dropshiper hanya mengiklankan produk supplier. Ketika ada permintaan, dropshiper menerusakannya kepada supplier.
  4. Memiliki resiko yang kecil karena tanpa modal, tidak menanggung resiko kerusakan dan kehilangan barang.
  5. Dapat dijalankan kapan saja, dimana saja dan siapa saja. Dropship dalam dijalankan 24 jam dimana saja yang penting ada jaringan internet dan oleh siapa saja yang bias mengoperasikan gadget.
  6. Tidak membutuhkan karyawan
  7. Tidak membutuhkan biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa gudang, biaya ATK.
  8. Tidak ada barang yang kadaluarsa atau rusak
  9. Tidak terikat dengan aturan perusahaan dan tidak ada target yang ditetapkan oleh perusahaan.
  10. Dapat menjangkau wilayah yang luas bahkan sampai keluar negeri.

Disamping berbagai kelebihan, model bisnis dropship juga memiliki berbagai kekurangan antara lain:

  1. Dropshiper tidak mengetahui stok barang sehingga sering ada pesanan yang tidak dapat dipenuhi. Akibatnya dropshiper dikomplain oleh pembeli.
  2. Tidak melihat langsung produk yang ditawarkan sehingga dropshiper sering menawarkan barang yang sesuai dengan kondisi aslinya.
  3. Keuntungan yang diperoleh kecil karena hanya selisih harga dropshiper dengan harga jual. Jika dropshiper menjual terlalu tinggi maka konsekwensinya susah laku.
  4. Dropshiper menjadi sasaran complain dari pembeli meskipun ia sendiri tidak mengetahui keberadaan produk dan system pengiriman.
  5. Pada saat banyak permintaan dari sesorang, supplier bias saja berhubungan langsung dengan konsumen tanpa melalui dropshiper lagi.
  6. Sangat tergantung dengan jaringan internet yang kuat.

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Secara Dropship.  Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan model bisnis secara dropship yang dapat menjadi referensi bagi anda yang ingin berbisnis. Ada satu hal lagi yang penting untuk diperhatikan yakni memilih supplier yang tepat. Pilihlah supplier yang benar-benar dapat dipercaya dan jangan lupa membuat kesepakatan yang jelas agar anda tidak dirugikan. Hal lain, perhatikan kualitas produk dan pangsa pasarnya. Jangan menjual produk yang tidak berkualitas karena yang dikenal konsumen adalah anda. Perhatikan juga kontinyuitas ketersediaan produk. Jangan menjual produk yang kadang ada kadang habis.

Beberapa tips yang  perlu anda perhatikan sebelum memulai dropship yakni:

  1. Buat personal branding yang bagus sehingga seolah-olah produk yang ditawarkan adalah milik anda. Oleh karena itu pilih produk yang memang berkualitas dan layak untuk menjadi nilai tawar anda.
  2. Sebaiknya focus pada satu jenis produk atau kelompok produk sejenis dan jangan terpengaruh dengan berbagai macam tawaran dropship.
  3. Gunakan strategi cross selling yakni kelompok produk yang berkaitan. Misalnya anda menjual sepatu sekaligus sandal dan kaos kaki. Jangan menawarkan baju dikombinasi dengan makanan kesehatan.
  4. Berikan pelayanan terbaik kepada pelanggan anda agar transaksi dapat berkelanjutan karena anda telah dipercaya.
  5. Berikan informasi yang cukup lengkap agar pelanggan tidak terlalu banyak bertanya yang dapat menyita waktu anda.
  6. Buat target capaian pribadi dan jangan pasrah pada keadaan. Jika target tidak tercapai, lakukan evaluasi dimana kelemahan anda.

Selamat menjadi dropshiper yang sukses.

Artikel terkait: Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *