Melestarikan Budaya Asli Indonesia di Era Globalisasi

Melestarikan Budaya Asli Indonesia di Era Globalisasi. Perubahan zaman berimplikasi pada perubahan hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Berbagai bentuk tradisi, kebiasaan dan pola hidup manusia ikut terseret derasnya perkembangan zaman. Sesuatu yang lumrah sebab hidup manusia adalah dinamis. Namun apakah perubahan zaman harus diikuti dengan perubahan jati diri suatu bangsa atau suku? Dalam uraian ini kita secara khusus menyorot masalah budaya asli Indonesia. Apakah kemajuan teknologi yang berpacu dengan waktu harus mengorbankan budaya asli bangsa kita?

Melestarikan Budaya Asli Indonesia di Era Globalisasi.  Sebelum menjawab pertanyaan diatas, mari kita menyamakan pemahaman tentang budaya. Pengertian tentang budaya begitu banyak dikemukakan oleh para ahli. Dengan membaca beberapa batasan tentang budaya, semoga membawa kita pada satu pemahaman yang sama.

  • Edward B. Taylor mendefenisikan budaya sebagai kompleksitas yang meliputi kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat/ kebiasaan, dan segala bentuk kehidupan yang diperoleh dari masyarakat. Kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah bentuk jamak dari  kata budi dan akal. Maka kebudayaan dapat pula diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal.
  • Koentjaraningrat mendefenisikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar, serta keseluruhan hasil budi dan karyanya.
  • Linton mengemukakan bahwa budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota masyarakat tertentu.
  • Soemarjan dan Soemardi mengatakan budaya adalah semua hasil karya, cipta dan rasa dalam masyarakat. Karya akan menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan dan kebendaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya untuk keperluan masyarakat.
  • Wikipedia: Budaya adalah cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Melestarikan Budaya Asli Indonesia di Era Globalisasi.  Dari beberapa pengertian di atas kita dapat memahami bahwa pengertian budaya meliputi hal-hal yang terkait dengan aktivitas manusia yang diwariskan secara turun temurun. Dalam pengertian tentang budaya tersebut terdapat unsur-unsur  budaya yang meliputi:

  1. Bahasa, baik bahasa lisan maupun tulisan dalam sebuah komunitas masyarakat
  2. Sistem pengetahuan tentang alam semesta di mana mereka hidup
  3. Sistem kemasyarakatan dan organisasi social yang merupakan tatanan masyarakat tertentu
  4. Peralatan hidup dan teknologi yang digunakan dalam aktivitas kehidupanmasyarakat
  5. Mata pencaharian sebagai sumber penghidupan masyarakat
  6. Sistem religi yakni pengakuan akan adanya kuasa yang mengatur dan menciptakan kehidupan ini
  7. Kesenian sebagai ungkapan hasrat manusia terhadap keindahan yang timbul dari imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin.

Wujud kebudayaan berawal dari ide atau gagasan  yang abstrak kemudian dituangkan dalam aktivitas berwujud konkrit melalui system social dalam wujud adat istiadat kemudian menghasilkan peninggalan hasil karya kebendaan atau fisik yang dapat dilestarikan turun temurun. Oleh sebab itu kebudayaan merupakan ciri khas atau jati diri suatu kelompok atau bangsa yang pasti berbeda dengan kelompok lainnya.

Melestarikan Budaya Asli Indonesia di Era Globalisasi.  Karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa atau kelompok maka kebudayaan harus dilestarikan secara turun temurun agar kita tidak kehilangan jati diri. Peradaban memang berperan dalam pelestarian kebudayaan; oleh karena itu secara alami kebudayaan akan mengalami seleksi alam. Ada hal-hal yang mungkin tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Misalnya kebudayaan yang terkait dengan system keyakinan sebelum datangnya agama  tentu tidak relevan lagi ketika masyarakatnya telah memeluk agama tertentu.

Pelestarian budaya dikenal ada 2 bentuk yaitu:

  1. Culture Experience yakni pelestarian budaya dengan cara melakukan secara langsung sebuah kegiatan kultural. Hal ini dikembangkan melalui pengembangan pariwisata ekonomi kreatif. Misalnya unsur budaya dalam bentuk seni pahat maka masyarakat diajak untuk melakukan kegiatan memahat agar secara massif terjadi pelestarian budaya.
  2. Culture Knowledge yakni pelestarian budaya melalui lembaga pusat informasi sehingga menjadi sumber belajar bagi masyarakat. Cara ini lebih bersifat pendidikan masyarakat dan pengembangan pariwisata. Kedua cara ini akan lebih efektif jika dilakukan secara terpadu dan disinilah peran pemerintah bersama masyarakat untuk melestarikan budaya bangsa secara bersinergi.

Ada beberapa hal yang menjadi factor penghambat pelestarian budaya antara lain gencarnya budaya asing sebagai konsekwensi globalisasi, rendahnya kesadaran untuk menghargai budaya bangsa sendiri, pandangan yang melihat budaya asli bangsa sendiri sebagai hal yang kuno, rendahnya kepedulian terhadap pelestarian budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah uraian singkat tentang pelestarian kebudayaan asli bangsa Indonesia semoga dapat menggugah hati kita untuk peduli pada pelestarian budaya bangsa kita sendiri.

BACA ARTIKEL TERKAIT:Hewan Sembelihan Pada Upacara Kematian Di Mamasa: Tradisi Yang Sarat Makna Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *