Peralatan Dapur Tadisional Warisan Budaya Mamasa Yang Tergerus Masa

Peralatan Dapur Tadisional Warisan Budaya Mamasa Yang Tergerus Masa

Peralatan Dapur Tradisional Mamasa, Warisan Budaya Yang Tergerus Masa. Masih segar dalam ingatan saya dimasa kecil hidup di Desa pedalaman tapatnya di daerah Mamasa yang kini menjadi kabupaten Mamasa. Kurang lebih 50 tahun silam ketika bangun pagi sasaran pertama tentu dapur untuk mencari kehangatan sambil menyaksikan ibu kekasih menyiapkan sarapan pagi. Dengan peralatan yang serba tradisional, makanan yang disajikan ibu kekasih sungguh nikamat. Kini semua peralatan itu telah hilang tergerus masa. Peralatan Dapur Tadisional Warisan Budaya Mamasa Yang Tergerus Masa

Peralatan Dapur Tadisional Warisan Budaya Mamasa Yang Tergerus Masa
Peralatan Dapur Tadisional Warisan Budaya Mamasa Yang Tergerus Masa

Peralatan Dapur Tradisional Mamasa, Warisan Budaya Yang Tergerus Masa.

Tak lama hidangan sarapan pagipun siap. Wadah untuk makan nasi terbuat dari tempurung kelapa yang disebut kolak dan wadah air minumpun terbuat dari tempurung kelapa dengan ukuran lebih kecil yang disebut kolak irusan. Setelah sarapan pagi, saya bergegas ke sumur di pinggiran kampong untuk mandi sambil membawa wadah untuk mengambil air minum yang terbuat dari bambu sepanjang kira-kira 2 meter yang disebut Lampa. Selanjutnya dimasukkan ke dalam gentong besar yang terbuat dari tanah yang disebut Busso.

Nasi yang dimasak dalam wadah belanga tanah sungguh nikmat rasanya disajikan bersama sayur dengan resep “masakan tiga” (sayur, air dan garam). Semua benda-benda budaya itu tinggal kenangan karena tergerus masa modern yang serba elektrik, plastic dan logam. Jangan heran, ketika anak-anak zaman “now’ tidak lagi mengenal peralatan dapur leluhurnya. Zaman tak dapat diputar ulang dan kita tentu tak ingin kembali ke masa lalu. Tapi taka da salahnya kita sejenak mengenali benda-benda warisan budaya leluhur kita sebagai bagian dari kajian sejarah budaya.Peralatan Dapur Tadisional Mamasa, Warisan Budaya Yang Tergerus Masa

Tulisan ini akan menguraikan sebagian peralatan memasak yang tidak lagi digunakan saat ini untuk menambah wawasan pengetahuan kita terhadap budaya Mamasa. Kita mulai dari peralatan menumbuk padi yakni palungan dan  issong (lesung) serta alu sebagai alat penumbuk . Di beberapa tempat memang masih ditemukan benda-benda ini walaupun tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal karena tergerus oleh mesin gilingan padi (Huller). Setelah jadi beras, selanjutnya ditakar dengan takaran yang terbuat dari bambu disebut tutu’ lalu disimpan dalam wadah sejenis tas terbuat dari anyaman rumput tuyu yang disebut sampa barra’.

Peralatan Dapur Tadisional Mamasa, Warisan Budaya Yang Tergerus Masa.

Selanjutnya peralatan memasak nasi yakni belanga tanah (kurin), pengaduk nasi dari kayu (pesale), alat penjepit belanga terbuat dari rotan (salakki’), alas dudukan belanga terbuat dari rotan (lakka’) dan penutup belanga juga terbuat dari tanah disebut ollin. Untuk memasak nasi, sayur  dan lauk, belanga diletakkan di atas tungku dengan bahan bakar kayu. Peralatan lain untuk memasak adalah gayung bertangkai panjang (senggo’) dan sipi’ (penjepit serba guna).

Peralatan Dapur Tradisional Mamasa, Warisan Budaya Yang Tergerus Masa.  Peralatan yang digunakan pada saat menghidangkan makanan meliputi piring yang terbuat dari kayu (dulang), tempurung kelapa (kolak) dan ada pula terbuat dari bahan sejenis labu (kandean). Sendok (siruk) terbuat dari kayu dengan bentuk melengkung biasanya dihiasi dengan ornament tanduk kerbau atau tulang. Wadah untuk sayur dan lauk jika dalam jumlah besar digunakan kandean atau jika sedikit dapat menggunakan kolak . Ada wadah khusus untuk daging terbuat dari kayu berbentuk baki yang dilengkapi dengan talenan untuk mengiris daging menjadi ukuran lebih kecil yang disebut pappalan. Peralatan Dapur Tadisional Mamasa, Warisan Budaya Yang Tergerus Masa

BACA ARTIKEL LAINNYA:

Jual Proargi-9+ di Makassar Untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami WA 012.821893070

Arsitek Rumah Tradisional Mamasa, Teknoilogi Tinggi Masa Lampau

Manfaat Garlic-9+ Synergy Bagi Kesehatan Peredaran Darah Dan Kolesterol

 

 

2 thoughts on “Peralatan Dapur Tadisional Warisan Budaya Mamasa Yang Tergerus Masa

  1. I often visit your site and have noticed that you don’t update
    it often. More frequent updates will give your page higher authority
    & rank in google. I know that writing content takes a
    lot of time, but you can always help yourself with miftolo’s tools which will shorten the time
    of creating an article to a couple of seconds.

  2. Hello. I see that you don’t update your page too often. I know that writing
    posts is time consuming and boring. But did you know that there
    is a tool that allows you to create new articles using existing content (from
    article directories or other pages from your niche)?
    And it does it very well. The new posts are high quality and
    pass the copyscape test. Search in google and try: miftolo’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *