Tips Menanam Sayuran Yang Bebas Zat Kimia

Tips Menanam Sayuran Yang Bebas Zat Kimia. Saat ini sangat sulit menemukan bahan pangan yang bebas zat kimia. Sayuran sebagai salah satu bahan pokok kebutuhan pangan begitu mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Namun untuk menemukan sayuran yang bebas dari sentuhan zat kimia merupakan pekerjaan yang sulit. Bahkan sayuran yang sudah dipetik pun disinyalir masih diberi zat pengawet agar tidak mudah membusuk. Sayuran tanpa sentuhan zat kimia atau sayur organic menjadi barang langka saat ini.

Sepertinya sayuran tidak dapat lagi dipisahkan dari penggunaan bahan kimia. Mulai dari pengolahan tanah, sterilisasi benih, pemupukan, pemberantasan hama penyakit sampai pada pengawetan pasca panen semuanya menggunakan bahan kimia. Padahal tidak disangsikan lagi bagaimana dampak negative bahan kimia terhadap kesehatan manusia. Berbagai penyakit dapat ditimbulkan oleh zat kimia yang sering digunakan dalam pertanian misalnya kanker, gangguan otak, ginjal dan sebagainya.

Mengapa orang menggunakan zat kimia pada kegiatan bercocok tanam? Bercocok tanam tentu tujuannya untuk mendapatkan hasil yang banyak, subur dan bebas dari gangguan hama dan penyakit. Untuk memperoleh hasil yang demikian digunakanlah cara pintas yakni dengan pupuk buatan, insektisida, pestisida dan bahan pengawet. Dari sisi ekonomi terutama sebagai komoditi bisnis tentu penggunaan zat kimia sangat efektif. Namun kadang factor kesehatan sering terabaikan oleh tujuan keuntungan.

Apakah hanya dengan zat kimia dapat memberikan hasil yang baik? Jawabnya tidak. Bercocok tanam tanpa sentuhan bahan kimia terbukti berhasil. Secara kuantitas mungkin hasilnya tidak sebaik dengan menggunakan bahan kimia tetapi hal yang terpenting adalah factor kesehatan. Sayuran yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia jelas jauh lebih aman dibandingkan pengunaan bahan kimia. Menanam sayuran tanpa sentuhan bahan kimia tidak susah yang penting ketekunan dan kesadaran akan pentingnya bahan pangan yang sehat.

Bahan-bahan yang digunakan dalam proses penanaman sayuran tanpa bahan kimia semuanya dari bahan organic atau bahan alami mulai dari pengolahan tanah sampai pada perlakuan pasca panen benar-benar bebas dari pengaruh bahan kimia. Salah satu tips yang baik digunakan yakni penanaman sayuran dalam wadah pot dengan menggunakan pupuk organic seperti kompos, pupuk hijau atau pupuk kandang yang sehat. Pupuk kandang yang sehat berasal dari hewan yang diberi pakan alami dan tanpa vaksin. Misalnya pupuk kandang dari ayam kampung yang mengkonsumsi pakan alami dan tanpa tambahan pakan buatan dan vaksin.

Media tanam yang digunakan seperti tanah dan campuran pupuk benar-benar diambil dari tanah yang bebas insektisida. Wadah tanam juga dipilih bahan alami atau bahan yang stabil. Bahan alami seperti pot tanah, belahan bamboo, sabut kelapa atau dapat juga dengan plastic yang stabil dan bersih dari zat kimia. Bibit tanaman juga dipastikan bebas dari pengawet dan bukan hasil rekayasa genetika. Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan dengan system pengendalian seperti kebersihan lingkungan atau dengan bahan pembasmi hama organic.

Langkah-langkah penanaman sayuran tanpa bahan kimia dalam wadah pot sebagai berikut. Pertama siapkan bibit yang sehat dan bebas dari pengaruh zat kimia. Selanjutnya siapkan pupuk organic dan tanah yang juga bebas dari zat kimia. Selanjutnya pilih wadah yang tepat seperti pot tanah, belahan bamboo atau sabut kelapa atau plastic yang stabil. Jika sayuran disemaikan terlebih dahulu, semaikanlah pada wadah yang baik seperti campuran pasir, tanah dan pupuk organic. Sebelum tiba saatnya memindahkan bibit sayuran, pot yang telah diisi media tanam sudah disiapkan lebih awak minimal 2  minggu sebelum tanam.

BACA ARTIKEL TERKAIT:

Pupuk yang digunakan dipastikan sudah mengalami pembusukan dengan sempurna untuk menghindari efek terhadap tanaman misalnya suhu yang meninggi karena proses pembusukan. Penyiraman, sirkulasi udara, kebersihan lingkungan merupakan factor-faktor yang mutlak diperhatikan untuk menghindarkan sayuran dari hama dan penyakit. Kunci keberhasilan terletak pada pemeliharaan secara intensif. Tiada hari tanpa control terhadap tanaman. Oleh sebab itu tidak disarankan menanam sayuran dalam skala besar jika tidak melibatkan tenaga yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *