UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA

UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA. Setiap suku bangsa di dunia ini memiliki cara yang berbeda tentang upacara pemakaman. Mulai dari cara memperlakukan mayat sebelum dimakamkan, wadah untuk mengusung dan tempat pemakaman serta berbagai ritual yang mengikutinya. Masyarakat Mamasa di Sulawesi Barat memiliki cara yang unik dalam prosesi pemakaman mayat. Sekilas mirip dengan cara pemakaman di daerah tetangganya Tana Toraja namun sesungguhnya ada banyak perbedaan yang prinsip.

Menjelang salah satu upacara pemakaman di Tawalian Mamasa

UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA. Prosesi pemakaman mayat di Mamasa sangat tergantung pada tingkatan upacara kematian yang dilakukan keluarga. Tingkatan ini tergantung pada strata social dan kemampuan ekonomi seseorang. Ada yang disemayamkan sampai tahunan, beberapa bulan yang disebut allun atau diallun, beberapa minggu (ruran atau diruran), dan ada pula hanya beberapa hari. Tingkatan-tingkatan ini pula berimplikasi pada banyaknya pengorbanan keluarga selama upacara kematian. Ada yang mengorbankan puluhan bahkan ratusan ekor kerbau dan babi tapi ada juga yang hanya 1-2 ekor babi.

Kuburan Kuno “Tedong-Tedong” di Mamasa

UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA. Menjelang waktu yang disepakati untuk pemakaman, berbagai persiapan dilakukan dan inilah yang menjadi puncak upacara kematian ketika mayat akan dimakamkan. Pada saat itu seluruh rumpun keluarga, handai tolan dan tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga hadir dengan membawa berbagai sumbangan material seperti kerbau, babi atau kebutuhan dapur seperti beras dan nasi berserta lauk. Berikut ini akan kita bahas tentang pemakaman mayat pada tingkatan upacara allun dan ruran.

UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA. Persiapan utama sebelum hari pemakaman yakni penyiapan ruangan khusus untuk mayat, tempat untuk para tamu (pelayat), kebutuhan konsumsi untuk para tamu dan keluarga, keranda mayat, aksesoris dirumah duka dan sekitarnya, dan kuburan. Ruangan khusus untuk mayat dibuat dibagian depan rumah dan letaknya lebih tinggi dari lantai rumah. Ruangan ini disebut Tado’ Paya. Sebelum dipindahkan ke Tado’ Paya, terlebih dahulu mayat dibungkus berbentuk bulat seperti bantal guling raksasa yang berwarna merah dan dihiasi dengan kepingan emas.

Mayat yang telah dibungkus (dibalun) diletakkan diatas keranda yang cantik dengan berbagai aksesoris yang bernuansa merah. Tado’ Paya juga berfungsi sebagai tempat melayat bagi kaum perempuan dan pada umumnya kaum pria berada di ruangan-ruangan khusus yang disediakan di sekitar halaman rumah. Ketika tiba hari pemakaman maka gendang yang dibunyikan selama mayat disemayamkan harus diturunkan dan tidak dibunyikan lagi. Namun pada saat mayat diangkat untuk diusung ke kuburan, gendang dibunyikan dengan irama yang sangat cepat.

PROSESI PEMAKAMAN YANG UNIK

Mayat yang diusung harus dilarikan maju mundur disertai teriakan-teriakan ibarat yang yang menang di medan perang. Bersamaan dengan itu keluarga dekat dan kaum wanita tetap meratap. Sepanjang perjalanan mengusung mayat kekuburan, dilakukan permainan ibarat perang-perangan. Orang yang mengiring mayat saling memukul dengan tumbuhan lunak yang tidak melukai, saling melempar dengan lumpur, menyiram dengan air kotor bahkan saling membenamkan ke dalam lumpur sambil-berteriak-teriak saling mengejar.

Prosesi pemakaman sangat unik dan cenderung kasar. Uniknya lagi, tidak ada orang yang boleh marah dalam perang-perangan ini. Perlakuan yang seolah-olah bersuka cita ini sebagai symbol bahwa sang mayat telah merasa bahagia di alam yang baru. Setelah sampai di pekuburan, mayat dimasukkan ke dalam kuburan. Kuburan orang Mamasa ada berbagai macam, ada yang terbuat dari kayu menyerupai rumah khas Mamasa yang disebut batutu, ada yang terbuat dari karu bulat berbentuk silinder  yang dilubangi, ada berbentuk lubang di tebing-tebing bukit.

UNIKNYA UPACARA PEMAKAMAN MAYAT ORANG MAMASA. Prosesi pemakaman tidak berakhir ketika mayat dimasukkan ke dalam kubur. Pada hari ketujuh setelah pemakaman, kelurga kembali menjenguk sang mayat ke kuburannya sambil membawa sirih pinang dan meratap di depan kuburan. Setelah kembali ke rumah, keluarga yang sebelumnya berpantang nasi sudah boleh mengkonsumsi nasi. Untuk diketahui bahwa selama mayat disemayamkan di rumah, keluarga dekat pantang mengkonsumsi nasi dan hanya mengkonsumsi pangan non beras.

Jika anda ingin menyaksikan keunikan upacara kematian orang Mamasa, datanglah ke daerah Mamasa di Sulawesi Barat sambil menikmati berbagai obyek wisata yang menarik.

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *